Sunday, August 2, 2009

Andai Aku Bisa Memilih

Andai aku bisa memilih, aku ingin menjadi burung. Asyik, bisa terbang dengan bebas di angkasa, menembus awan-awan putih, menikmati hembusan angin. Aku bisa terbang melintasi pepohonan dan pegunungan. Aku bisa melihat semuanya dari atas! Namun... Bagaimana jika aku terjatuh? Apakah akan sakit? Lalu, bagaimana jika ada pemburu yang tertarik padaku? Apakah aku akan ditembak olehnya? Ternyata menjadi burung itu banyak risikonya.

Hmmm... Bagaimana jika aku menjadi bintang saja? Aku juga bisa melihat dunia dari atas. Bahkan aku bisa bersinar dengan indahnya di malam hari. Dan aku dikagumi banyak orang! Setiap malam, adaaa saja yang memandangku. Bahkan kadang mereka berbicara padaku. Tapi... Pasti akan sangat membosankan jika aku harus menunggu malam datang agar orang-orang bisa melihat indahnya sinarku. Dan mungkin aku akan bosan jika harus mendengar cerita orang-orang setiap malam. Ternyata menjadi bintang tidaklah terlalu menarik.

Oh iya! Mengapa tidak menjadi air saja? Aku bisa bebas mengalir ke mana saja aku ingin. Aku bisa menikmati sejuknya hawa pegunungan, terjun bebas dari tebing-tebing curam, dan akhirnya aku bisa menikmati hangatnya sinar mentari di lautan. Asyiknya lagi, aku ditemani ikan-ikan yang cantik serta batu-batu karang yang indah. Akan tetapi... Saat ini lingkungan sudah tak ramah! Kalau aku jadi air, bisa-bisa terpolusi limbah industri! Sudah bau, kotor lagi! Belum lagi kalau ada orang-orang tak bertanggung jawab yang menangkap ikan di laut dengan bahan peledak. Teman-temanku akan mati dan lingkunganpun rusak. Ah, aku tidak berminat menjadi air.

Trus, enaknya jadi apa donk? Ah, sudahlah. Tidak perlu berandai-andai. Jika Tuhan menciptakan aku sebagai manusia, mengapa aku harus berandai-andai menjadi yang lain? Bahkan seharusnya aku bersyukur Tuhan telah menciptakan aku, mengizinkan aku mencicipi suka dan duka di dunia ini. Terima kasih Tuhan!

Tulisan seorang siswi kelas 3 SMP yang diwajibkan mengisi mading skolah tapi ga tau mau bikin apa.. Mau bikin puisi tapi gi ga mood merangkai kata, mau bikin cerpen tambah males lagi.. Akhirnya tulisan asal inilah yang dimuat.. Hahaha.. Ntah dari mana datangnya ide kaya' bgini.. Ga jelas.. ;p

No comments:

Post a Comment